1434 H, BERSEGERALAH KEPADA ALLOH

16 11 2012

Pergantian tahun Hijriyah sering dimaknai dengan semangat untuk menjadikan tahun yang baru lebih baik dari tahun yang sebelumnya. Seringkali pada malam pergantian tahun Hijriyah diisi dengan acara euforia dan aneka pesta yang meriah. Untuk beberapa orang diisi dengan muhasabah dan koreksi diri tentang apa yang telah dilakukan satu tahun yang telah berlalu. Yang jelas apapun yang dilakukan semua pasti ingin menjadi lebih baik ke depan.

Kalau kita menengok ke belakang tentang sejarah Hijriyah, ada banyak peristiwa heroik yang patut kita jadikan contoh dalam memaknai tahun baru Hijriyah. Hijriyah sebenarnya diambil dari sebuah peristiwa penting di masa Rasulullah, yaitu peristiwa Hijrah. Pada waktu itu Alloh memrintahkan Rasulullah dan kaum muslimin untuk berpindah dari Makkah ke Madinah. Seperti Firman Alloh dalam Surat Annisa’ ayat ke 100 yang berbunyi:

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Pada waktu itu kaum muslim di Makkah sangat tertindas sehingga Alloh memerintahkan berhijrah untuk menyelamatkan akidah mereka. Meskipun pada waktu itu kaum muslimin hidup tertindas, namun berhijrah bukanlah pilihan yang mudah bagi mereka. Meninggalkan tanah air bukanlah hal yang mudah, meninggalkan sanak saudara bukanlah hal yang mudah, meninggalkan harta benda bukanlah hal yang mudah. Tetapi keimanan kepada Alloh dan Rasulnya mengalahkan kecintaan terhadap tanah air, sanak saudara, dan harta benda yang mereka miliki.

Ayat diatas juga menjelaskan betapa janji Alloh itu pasti. Orang-orang yang bersegera menuju Alloh, betapa Alloh akan meluaskan rizkinya. Bahkan ketika mereka baru berniat, Alloh sudah menghitung itu sebagai suatu kebaikan. Oleh karena sangat tepat rasanya ketika khalifah ‘Umar menjadikan momen hijrah ini sebagai awal perhitungan tahun baru Islam. Di tahun baru Hijriyah ada semangat untuk bersegera kepada Alloh. Di tahun baru Hijriyah ada tekad untuk meninggalkan segala kebiasaan buruk yang selama ini ada pada kita dan kita sudah terlanjur menikmati kebiasaan itu.

Semoga awal tahun 1434 Hijriyah ini menjadi awal kesadaran bagi kita untuk bersegera kepada Alloh dan meninggalkan segala larangan Alloh. Amiin Ya Rabb al ‘alamiin.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: