JANGAN TERLENA OLEH NIKMAT YANG SESAAT ITU

6 08 2012

Sore itu saya dan seorang kawan saya sedang menunggu keberangkatan pesawat dari Jakarta ke Pangkalpinang. Ya, pada waktu itu kami berdua memang sedang ada tugas ke luar pulau. Lama kami berdua menunggu pesawat yang akan kami tumpangi. Menjelang waktu keberangkatan ada pengumuman ternyata pesawat yang akan kami tumpangi mengalami keterlambatan sehingga keberangkatan pesawat ditunda selama 50 menit. Karena perut pada waktu itu sedang lapar, maka kami memutuskan untuk membeli roti sebagai pengganjal perut. Waktu itu teman saya dengan cepat membeli empat bungkus roti kesukaan kami. Karena memang waktu itu sangat lapar buru-buru saya makan roti dan dalam sekejap satu roti sudah habis. Waktu itu saya bilang ke teman saya, “Ini roti enak banget ya? Makan kalo cuma satu rasanya kurang. Sini satu bungkus lagi biar tak habisin”. Mendengar perkataan saya, teman itu memberikan satu bungkus roti lagi. “Udah, langsung abisin aja daripada kepikiran nanti” kata teman saya. Dengan lahap saya makan roti itu. Tetapi berbeda dengan roti yang pertama, ketika roti kedua sudah habis setengah, perut sudah terasa kekenyangan. Lalu dengan enteng saya bilang, “Ini roti tadi rasanya enak banget, tapi kalo udah makan kebanyakan jadi gak kerasa enak lagi ya?”. Dengan enteng teman saya itu bilang,”Sebenarnya ada pelajaran berharga lho dari kejadian yang kamu alami tadi”. Karena masih belum mengerti dengan ucapan teman saya tadi, maka saya balik bertanya,”Maksudnya gimana nih?”. Teman saya melanjutkan,”Sifat nikmat dunia  memang seperti. Semua serba sementara. Tidak ada yang abadi. Berbeda dengat nikmat surga yang kekal abadi, yang tidak akan pernah membuat penghuninya merasa jemu”.

Walaupun hanya sekilas, rasanya cerita diatas dapat digunakan sebagai pengingat bagi kita semua. Kenikamatan dunia memang kadang melenakan, walaupun sebenarnya kenikmatan yang dapat kita rasakan hanya sekedar saja. Tubuh kita memang didesain untuk merasakan nikmat hanya terbatas saja. Nikmatnya makan akan habis jika kita sudah kenyang. Nikmatnya syahwat akan cepat habis sesuai dengan kemampuan tubuh kita. Pun dengan nikmat-nikmat yang lain.

Seperti Firman Alloh dalam Al Qur’an Surat Al Hadid ayat 20:

ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Sehingga jangan sampai demi mengejar nikmat-nikmat itu membuat kita melakukan cara-cara yang buruk yang tidak diridhai oleh Alloh SWT. Ini yang akan membuat kita celaka. Karena jika nikmat surga itu adalah nikmat yang yang abadi, ada balasan untuk orang-orang yang lalai dan selalu melanggar perintah Alloh yaitu siksa neraka yang abadi pula.

Ada kalanya Alloh memberikan nikmat berupa rizki yang berlebih kepada seseorang. Ini bukan berarti bahwa orang tersebut dapat memanfaatkan rizki itu seenak hatinya. Dilebihkannya nikmat rizki kita dibanding yang lain akan menghadirkan sebuah tanggungjawab bagi kita untuk mengeluarkan sebagian rizki kita untuk orang lain yang kurang mampu. Sehingga dengan ini hati kita tidak menjadi mati. Hati kita akan menjadi lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Ini juga menjadi pelajaran berharga bagi orang yang kaya, agar selalu ingat betapa tidak kekalnya nikmat rizki itu. Karena kalau Alloh mau, dalam sekejap saja Alloh dapat mencabut nikmat rizki tersebut. Karena memang pada dasarnya nikmat berupa rizki itu tidak kekal. Pada kasus lain Alloh bisa saja memberikan nikmat rizki yang berlimpah, tetapi Alloh mencabut kenikmatan yang lain. Seorang kaya raya yang menderita penyakit diabetes, tidak dapat merasakan lagi manisnya gula. Saya kira masih banyak contoh yang lain lagi. Sehingga dari sini kita dapat merancang dan mulai memikirkan visi jangka panjang kita untuk menggapai kebahagian akhirat dengan cara selalu konsisten dalam menjalankan perintah Aloh dan menjauhi larangan-Nya, agar kita menjadi orang yang beruntung. Wallahu a’lam bishshowab.


Aksi

Information

2 responses

6 08 2012
raviuddin

iki critone rebutan roti karo mas Fuad yo..?

6 08 2012
miftahuddin

bukan rebutan om. ini namanya seni mengambil hikmah. he he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: