Penanaman Life Skill Melalui Pendidikan Dasar

19 04 2010

Masa kanak-kanak adalah masa keemasan pembentukan karakter seseorang. Karena di masa inilah terdapat semangat yang besar dari anak-anak untuk berusaha mengetahui tentang berbagai macam hal. Mereka akan cenderung bertanya secara aktif tentang segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka. Tidak hanya ingin mengetahui tentang berbagai macam fenomena alam yang mungkin aneh bagi mereka, tapi lebih dalam mereka juga bertanya tentang kehidupan. Kita mungkin akan sering ditanya oleh anak-anak tentang mengapa ada siang dan malam, mengapa ada matahari dan bulan, bahkan mereka akan bertanya tentang hidup dan mati. Tentu saja dengan keterbatasan kapasitas pemikiran yang kita miliki. Artinya ada sebuah energi yang besar dalam diri mereka untuk berusaha mengembangkan diri. Ini adalah energi alamiah yang memang sudah ada pada setiap orang bahwa setiap orang akan mengalami sebuah perubahan. Lebih jauh lagi energi inilah yang harus kita arahkan secara positif sehingga anak-anak nantinya akan berkembang pada jalur yang benar dalam fase hidupnya. Karakter pada seseorang akan sangat erat terkait dengan bagaimana orang itu dibiasakan. Siapa yang membiasakan? Tentu saja lingkungannya. Bisa orang tua, teman, lingkungan tempat tinggal, dan pendidikan yang dia dapat. Seorang anak yang secara alamiah memiliki sifat yang ceria bisa menjadi anak yang yang pemurung karena pengaruh lingkungannya. Mungkin orang tuanya sering memarahinya, mungkin teman-temannya banyak yang memusuhi, atau bisa juga karena lingkungan tempat tinggalnya yang menurut dia tidak aman. Seorang anak yang secara alamiah memiliki sifat pemberani bisa menjadi anak yang penakut dan pemalu karena pengaruh lingkungannya. Mungkin dia punya trauma di masa lalu, atau mungkin dia punya kekurangan yang membuat seolah-olah dia merasa menjadi anak yang tidak sempurna. Tidak hanya menjaga keceriaan, dan melatih keberanian, anak-anak harus kita latih untuk peka terhadap lingkungan yang meliputi kemampuan bekerjasama, kemampuan mengemukakan pendapat, dan kemampuan untuk mencari solusi. Ini yang selama ini hilang dari pendidikan di Indonesia terutama jika kita melihat pendidikan tingakat sekolah dasar.
Karena SD adalah jenjang dimana seorang anak pertama kali mengenyam pendidikan secara formal, pendidikan di SD seharusnya menjadi patokan penting dalam mengembangan kemampuan tersebut. Seseorang siswa tidak hanya diajari tentang academics skill tetapi lebih penting adalah life skill. Sebagaimana tujuan pendidikan Nasional untuk menciptakan manusia yang Pancasilais, maka kemampuan mengemukakan pendapat, dan kemampuan untuk mencari solusi, menjadi vital. Tentu saja institusi setingkat SD juga dibebani akan kewajiban mewujudkan tujuan Nasional Pendidikan ini. Seorang guru harus bisa menciptkan suasana yang kondusif dalam mengembangkan softskill siswa. Sudah bukan jamannya lagi seorang guru menjadi pusat dalam proses belajar walaupun keterlibtan guru pasti akan menentukan hasil belajar. Artinya seorang guru harus bisa menjadi fasilitator perkembangan siswa. Kemampuan berbahasa harus diperhatikan karena bahasa akan menetukan peradaban suatu bangsa. Kemampuan bekerjasama harus diperhatikan karena setiap orang adalah makhluk sosial, termasuk siswa. Ini yang akan menjadi bekal bagi siswa untuk hidup bermasyarakat. Kemampuan mengemukakan pendapat harus dilatih karena ini akan melatih skill leadership siswa. Kemampuan mencari solusi harus dilatih karena inilah yang akan menjadi bekal bagi siswa untuk hidup kelak. Artinya dengan melatih kemampuan mencari solusi siswa akan dilatih untuk menjadi mandiri dan kompeten. Dan yang menjadi pondasi itu semua adalah pendidikan moral dan spiritual untuk menciptakan individu-individu yang berakhak mulia.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: