Pendidikan Hemat Energi Sejak Dini

20 03 2010

Masalah energi mulai menjadi perhatian dari pemerintah kita. Banyak kampenye tentang hemat energi mulai gencar dilancarkan pemerintah baik melalui media cetak maupun elektronik. Ini tentu saja disebabkan karena banyak faktor. Seiring dengan Kemajuan teknologi, bertambahnya jumlah penduduk juga sangat berpengaruh pada pola konsumsi energi. Semakin maju teknologi tentu saja akan mengahasilkan berbagai macam alat yang canggih yang dalam pengopersiannya membutuhkan energi. Bertambahnya jumlah penduduk adalah yang paling mempengaruhi konsumsi energi karena semakin bertambah penduduk semakin banyak pula energi yang dikonsumsi. Alsannya sederhana karena tiap individu memiliki kebutuhan terhadap energi. Sudah berapa berapa energi listrik yang dikonsumsi akibat banyaknya alat-alat elektronik yang sekarang berkembang di masyarakat, akibat banyaknya operasional perusahaan-perusahaaan besar di Indonesia? Berapa banyak bensin yang dikonsumsi oleh kendraan bermotor di Indonesia? Ini tentu saja pertanyaan yang tentu saja harus segera dijawab dan dicari solusinya.

Cara yang bisa ditempuh adalah dengan memanfaatkan energi alternatif dan terbarukan sebagai pengganti sumber energi utama yang tidak dapat diperbarui. Namun cara ini ternyata juga butuh kajian yang cukup mendalam terkait efektitas dan efisiensi. Bisa jadi energi alternatif yang ditawarkan masih belum bisa menjadi solusi karena dianggap tidak cukup efektif dan efisien. Di lain sisi munculnya inovasi sumber energi terbaru masih sulit untuk dikembangkan dan perlu dikaji kembali secara mendalam baik meliputi unsur ekonomis dan politis suatu negara. Di luar sana mungkin ada banyak orang yang masih peduli untuk memikirkan nasib lingkungan kehidupan dunia yang semakin hari semakin panas dan tidak ramah lingkungan. Akan tetapi, tidak jarang yang menggunakan energi yang ada tanpa batas dan mereka menggunakan itu untuk hal-hal yang tak berguna.

Selain mencari energi alternatif maka usaha penghematan energi melalui penyadaran terhadap masyrakat mutlak diperlukan. Kerena selama ini upaya ke arah sana seolah vakum, kalaupun ada mungkin hanya dilakukan baru-baru ini saja ketika itu sudah sangat mendesak dan hasilnya sudah dipastikan tidak akan signifikan. Karena merubah sebuah kebiasaan dan mental masyarakat tidak semudah membalikkan tangan. Ini terjadi karena masyarakat kita sudah terlalu nyaman dan faktor pendidikan tentu saja berpengaruh. Sehingga ketika masyarakat kita melakukan konsumsi energi, pada umumnya tidak pernah berfikir dampaknya secara luas. Pendidikan tentang hemat energi harus dilakukan sejak dini. Dalam hal ini tentu saja peran sekolah menjadi vital. Pemerintah harus menggandeng sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan sebuah aktifitas kehidupan yang hemat energi kepada para peserta didik, untuk menyelamatkan negara ini dari krisis energi.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: