PEMBANGUNAN HARUS DILAKUKAN SECARA PROPORSIONAL

1 11 2009

Pembangunan dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan harus dilakukan secara proporsional

Membicarakan masalah kemiskinan berarti kita harus bersiap menghadapi sebuah masalah yang sangat kompleks yang memiliki banyak variabel yang mempengaruhi. Karena kemiskinan memang suatu yang relatif, sehingga tiap kelompok, dengan disiplin ilmu tertentu, bisa saja berbeda dalam memahami arti kemiskinan. Tentu saja ini normal karena memang kemiskinan adalah permasalahan multi dimensi yang bisa merambah ranah ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, bahkan spiritual.

Komisi Eropa dalam mendefinisikan kemiskinan adalah orang, keluaraga, kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan sumber daya material, sosial, dan budaya sehingga menghalangi mereka untuk hidup layak menurut ukuran mnimal di suatu tempat mereka bermukim. para ekonom memaknai kemiskinan secara lebih luas yaitu ketidak mampuan manusia ditandai oleh pendidikan rendah, tidak berpengetahuan, tidak berketerampilan, dan tidak berdayaan. Ada juga yang mendefinisikan kemiskinan sebagai ketiadaan kebebasan dan keterbatasan ruang partisipaasi yang menghalangi seseorang untuk berpartisipasi pada proses pegantian kebijakan politik sehingga masyarakat berada pada posisi tidak setara untuk mendapatkan akses-akses ke sumber-sumber ekonomi produksi, sehingga terhalang untuk memperoleh sesuatu yang menjadi hak mereka (Development as Freedom, 1999).

Dari data yang ada kita pantas untuk bersyukur karena kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan. Jika Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2008 sebesar 34,96 juta orang (15,42 persen), jumlah ini lebih besar jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang berjumlah 32,53 juta (14,15 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,43 juta (Badan Pusat Statistik, 2009). Hal ini tentu saja berpangaruh pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/Human development Index (HDI) yang naik dari 0,728 pada 2007 menjadi 0,734 pada tahun 2009. Tapi ada satu hal yang perlu kita perhatikan bahwa ternyata IPM kita mengalami penurunan peringkat dari peringkat 107 pada tahun 2007 menjadi peringkat 111 pada tahun 2009. IPM pada dasarnya adalah nilai yang menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang diukur dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu :
1. Kesehatan, diukur dengan Usia yang Panjang dan Sehat atau diukur dengan Angka Harapan Hidup (AHH)
2. Pendidikan, diukur dengan Kemampuan baca tulis atau Angka Melek Huruf (AMH) dan angka partisipasi pendidikan yang telah ditamatkan atau Rata-rata Lama Sekolah (RLS).
3. Ekonomi, diukur dengan Standar hidup yang layak dengan pendekatan Produk Domestik Bruto per Kapita pada tingkat konsumsi riil per kapita atau kemampuan daya beli masyarakat.

Dari fakta diatas ada dua hal penting yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah bahwa ternyata pembangunan di Indonesia masih mengalami stagnasi sehingga kita kalah akselerasi dengan bangsa lain. Kita masih jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa lain bahkan di lingkup ASEAN seperti Malaysia (66), Singapura (23), Filipina (105), Thailand (87) dan bahkan Sri Lanka (102) (antaranews, 5 Oktober 2009). Padahal jika berbicara potensi alamiah tentu keenam negara tersebut masih jauh di bawah kita. Iya, kita memiliki sumber daya alam yang lebih melimpah dibanding negara-negara tersebut. Tapi nyatanya bangsa ini masih belum bisa mengeksplorasi kekayaan yang ada secara efektif. Yang kedua, ternyata pemerintah masih belum bisa melakukan pembanguanan secara merata dalam berbagai bidang. Fokusan pembangunan pemerintah terkesan hanya pada bidang ekonomi padahal dalam menentukan kualitas suatu bangsa faktor pendidikan dan kesehatan juga berpengaruh. Sehingga pembangunan dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan harus dilakukan secara proporsional.

Inspired by: Bapak Suharmadi, “Pemodelan matematika”


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: