PENTINGNYA MENGENAL SEJARAH

6 10 2009

Menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa, harus dimulai dengan menanamkan penghargaan dan kecintaan terhadap sejarah bangsa.

Mencermati fakta saat ini tentang perselisihan antara indonesia dan malaysia akan membawa kita kepada sebuah kenyataan yang unik. Jika kita mencermati sejarah perselisihan Indonesia dan Malaysia seakan tidak pernah selesai. Bahkan perselisihan itu sudah ada sejak pemerintahan Presiden Soekarno, yang waktu itu terkenal dengan slogannya “Ganyang Malaysia”. Hal yang diperselisihakan pun juga beragam. Mulai dari perebutan wilayah teritorial sampai pembajakan kebudayaan. Yang terakhir memang menjadi pembicaraan saat ini, dimana secara sepihak Malaysia mengklaim beberapa hasil budaya Indonesia sebagai milik mereka. Diantaranya adalah lagu “rasa sayange”, kesenian “Reog”, dan Tari Pendet. Tidak hanya itu, malaysia saat juga rajin berburu kitab kuno dari Indonesia. Budayawan Riau, Al Azhar, mengatakan ada sekitar 60 naskah melayu kuno yang berasal dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau sudah berpindah tangan ke Malaysia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Malaysia yang sekarang ini sedang getol memperjuangkan slogannya sebagai “truly Asia” memang “rajin berburu” kebudayaaan untuk dijadikan sebagai budaya mereka. Yang jelas malaysia memang ingin menjadikan negara mereka sebagai simbol Asia. Silahkan membenci Malaysia dengan segala tingkah arogannya, tapi itu jangan sampai menjadikan kita seolah buta dengan kesalahan kita yang seolah cuek dengan budaya kita sendiri. Kita baru peduli dengan budaya-budaya tersebut ketika sudah ada negara tetangga yang mengambil alihnya. Sungguh bangsa yang unik bahkan kalau boleh dibilang “aneh”.

Tapi setidaknya hal tersebut menjadi pemicu yang sangat ampuh untuk mengingatkan akan pentingnya menghargai sebuah kebudayaan. Bahwa sebuah kebudayaan adalah nilai–nilai yang akan menjadi karakter bangsa Indonesia. Seperti apa bangsa kita di mata dunia yang dilihat pertama kali adalah budaya kita. Jangan sampai bangsa kita ini menjadi bangsa yang kehilangan identitas diri yang ditandai akan rendahnya penghargaan bangsa kita terhadap kebudayaan yang dimiliki. Jika kita hubungkan dengan masalah pendidikan, maka fenomena ini menandakan bahwa pendidikan di Indonesia gagal menanamkan penghargaan terhadap kebudayaan dimana kebudayaan itu sendiri dibentuk dari proses yang lama dan memiliki nilai sejarah yang khas. Artinya pendidikan kita gagal untuk mengenalkan sejarah secara komprehensif kepada para peserta didik. Mengenal sejarah tentu tidak sebatas hanya sebuah pengetahuan tapi juga penanaman nilai sejarah luhur bangsa ini. Jika dulu Bung Karno mencoba menegaskan pentingnya sejarah dengan slogan “Jas Merah”:Jangan melupakan sejarah, maka sudah sepatutnya semangat itu harus kita lanjutkan.

Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah dengan menyadarkan masyarakat kita tentang pentingnya sejarah sejak dini. Jika kita berbicara masalah penyadaran, cara paling konkrit dan efektif yang bisa dilakukan adalah melalui pendidikan. Pendidikan sejarah jangan sampai hanya menjadi sebuah rentetan cerita masa lalu yang hanya akan dihafal oleh peserta didik. Tapi harusnya dari pendidikan sejarah itu mampu tumbuh sikap mencintai sejarah dan budaya bangsa. Kurikulum pendidikan sejarah harus bisa mengenalkan sejarah secara nyata kepada peserta didik yaitu dengan melakukan pembelajaran yang kontekstual melalui pelajaran yang aplikatif. Peserta didik harus diupayakan untuk bersinggungan lansung dengan mata pelajaran sejarah yang sekarang dipelajari. Sebagai contohnya adalah dengan mengadakan kunjungan ke berbagai daerah yang memiliki nilai sejarah. Di sana siswa diarahkan untuk mencari tahu fakta-fakta sejarah secara lansung dari masyarakat sekitar. Memang diperlukan suatu pengorbanan, tapi setidaknya ini adalah lngkah nyata agar generasi mendatang tetap mencintai sejarah dan budaya bangsa Indonesia.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: