Memaknai Hidup Itu Gampang, Tapi…..

29 08 2009

Banyak orang yang bilang bahwa kedewasaan dinilai dari bagaimana kemampuan kita untuk memaknai hidup. Artinya bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari masa lalu untuk bisa lebih baik lagi ke depan. Bahkan saking pentingnya arti sebuah pemaknaan hidup, undang-undang sistem pendidikan kita mendifinisikan belajar sebagai “proses untuk memaknai pengalaman”. Dari pengalaman yang telah lalu, secara teoritis kita bisa tahu apa yang kurang dari diri kita.

Tapi terkadang kita -secara spesial “saya”- cenderung terjebak pada proses pemaknaan yang sempit. Banyak yang kita ketahui tentang segala kelemahan kita di masa lalu, bahkan banyak yang kita ketahui tentang apa yang harus kita kerjakan di masa depan. Tapi nyatanya memang sangat sulit bagi sebagian orang untuk bisa berubah menjadi lebih baik. Faktor keistiqomahan adalah kuncinya. Istiqamah bisa disebut kemampuan kita untuk mempertahankan komitmen secara berkesinambungan, kemampuan untuk kita terus “KEEP MOVING FORWARD”. Terkadang kita kurang bisa istiqomah dalam menjaga semangat kita untuk menjadi lebih baik.

Sekedar Memaknai hidup itu gampang, tapi untuk bisa istiqamah selalu diperlukan kerja keras dan pengorbanan.

Seorang sahabat berkata, “Wahai rasulullah, berilah aku nasehat dimana nasehat itu tidak akan pernah aku tanyakan kepada orang lain!”. Rasulullah menjawab,”Berimanlah kepada Alloh lalu beristiqomahlah!”.(Al-Hadits)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: