PENAMBAHAN JUMLAH SMK, JANGAN SAMPAI JADI BLUNDER

15 07 2009

Peluang SMK

Upaya pemerintah untuk menambah jumlah Sekolah Menengah Kejuruan boleh dibilang sebagai langkah positif untuk menjawab tantangan dunia kerja yang menginginkan tenaga kerja terampil dan siap pakai. Indonesia yang sekarang ini masih dengan status negara berkembang memang lebih membutuhkan tenaga kerja yang bisa turun langsung di lapangan. Dengan kurikulum yang ada dan di kembangkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hal itu memang potensial dilakukan oleh lulusan SMK. Berbeda dengan lulusan SMA yang memang dipersiapkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di bangku perkuliahan. Ini juga sekaligus sebagai solusi untuk mengurangi pengangguran dari kalangan intelektual yang ternyata memberikan sumbangan yang cukup besar yaitu sebesar 7,2% dari total jumlah penduduk Indonesia. Logikanya, jika lulusan SMK tidak melanjutkan kuliah mereka masih bisa bekerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja, tetapi lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah mereka akan kesulitan untuk mencari kerja apalagi menciptakan lapangan pekerjaan. Padahal untuk kuliah diperlukan biaya yang mahal dan tentu kita tahu bahwa sebagian besar masyarakat kita masih miskin.
Hal ini memang diperkuat dengan berbagai fakta di lapangan bahwa industri lebih banyak membutuhkan lulusan SMK. Misalnya saja seperti yang dikatakan Risna Hermana dari Bagian Human Resource Development PT GMF-Aero Asia, bahwa Garuda Maintenance Facility (GMF)-Aero Asia membutuhkan 700 tenaga teknisi baru tiap tahun dan sekarang baru setengahnya yang terpenuhi. PT Hariff Daya Tunggal Engineering salah satu pabrikan perangkat Wimax di Bandung, saat ini juga membutuhkan tidak sedikit lulusan SMK untuk dipekerjakan sebagai teknisi. “Kami mencari kualitas, bukan karena lebih murah tenaganya. Untuk level teknisi, kemampuan lulusan SMK cukup baik”, ucap Iksan Setiawan dari Bagian HRD PT Hariff DTE. Tiap bulan, perusahaan ini merekrut sekitar 50 lulusan SMK. Fakta diatas adalah gambaran tentang bagaimana potensi SMK di masa mendatang.

Penambahan jumlah

Setidaknya inilah yang menjadi alasan mengapa pemerintah ingin menambah jumlah SMK, bahkan ke depan jumlah SMK akan lebih banyak dibanding jumlah SMA. Dierencanakan pada tahun 2014 perbandingannya adalah 33:67 persen untuk SMA:SMK. Untuk saat ini pada tahun 2009 perbandingan SMA:SMK adalah 50:50. Dana yang dianggarkan pemerintah untuk proyek ini juga tidak main-main yaitu sekitar Rp 1,6 triliun dari total alokasi dana untuk pendidikan sekitar Rp 43,4 triliun pada tahun 2007. Bahkan pada APBN 2009 dananya dinaikkan menjadi sekitar Rp 3,8 triliun.

Bisa jadi blunder

Sekilas fakta diatas memberikan kelegaan bagi kita bahwa pemerintah memang serius untuk memajukan dunia pendidikan kita sekaligus juga menandakan keseriusan pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran dari kaum intelektual. Tapi ada satu hal yang tidak boleh dilalaikan oleh pemerintah. Bahwa peningkatan kuantitas harus diimbangi dengan kualitas. Tanpa kualitas yang memadai penambahan jumlah SMK akan menjadi blunder karena tidak bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas seperti tuntutan dunia kerja. Dan perlu diingat potensi blunder cukup besar jika kita melihat fakta yang ada. Banyaknya lulusan SMK yang ternyata belum siap kerja, serta banyaknya SMK yang ternyata kualitasnya masih di bawah standar. Ini disebabkan karena kurangnya fasilitas yang ada dan juga kurangnya kualitas pengajar yang ada. Artinya ada lagi PR yang harus segera diselesaikan pemerintah yaitu untuk menyiapkan segala fasilitas dan sumber daya pengajar yang berkualitas untuk mengimbangi bertambahnya jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sehingga nantinya SMK benar-benar bisa menjadi solusi akan kebutuhan tenaga kerja yang terampil, siap pakai dan siap mandiri.


  • Aksi

    Information

    4 responses

    16 07 2009
    NN

    Wah……! Jadi semangat masuk SMK nih….!

    17 07 2009
    fighting2surrender

    Iya, hidup SMK!

    19 07 2009
    Falah

    Sipp pak te, terus berjuang untuk bangsa.Lanjutkan!!!

    29 07 2009
    aecor

    top

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s